'Batumbang Apam' Tradisi Islami Orang Banjar


Islamoderat.com ~ Merupakan satu tradisi pada Hari Raya baik Iedul Fitri dan Iedul Adha bagi orang Banjar, Kalimantan Selatan, khususnya daerah Pahuluan (Banua Anam) adalah batumbang anak atau batumbang apam.

Tradisi Batumbang merupakan tradisi turun temurun ratusan tahun yang lalu dengan batumbang diharapan anak akan cepat bisa berjalan nantinya, tumbuh sehat tentunya minta doa kepada yang hadir untuk menjadi anak yang shaleh dan menjadi qurrataa’yun bagi keluarga dan masyarakat.

Kalau acaranya di Masjid biasanya anak digendong oleh petugas mesjid kemudian dijalankan untuk meniti anak tangga mimbar khatib sambil diiringi dengan salawat kepada nabi. setelah itu warga yang sudah berkumpul di dalam mesjid bersiap-siap untuk berebut uang receh yang sudah disediakan juga diiringi dengan salawat uang receh pun dihamburkan. Kalau di rumah biasanya dengan cara digendong/didirikan dengan sejajar wadai apam (kue khas Banjar) yang sudah ditusuk pada pelepah kelapa.

Secara sosial dan kebaikan, banyak hal yang positif bisa kita ambil bersama. Paling tidak di hari yang dilarang oleh Rasulullah SAW untuk kita bersedih dan diperintahkan bersuka cita, maka dihari inilah kita berbagi kecerian dengan makan bersama, shadaqah ke orang lain, berdo’a bersama untuk kebaikan kita semua.

Acara terakhir pembacaan doa dan dilanjutkan dengan makan-makan.

Oleh : W. Ariannor via lisan-alfaqir.blogspot.com