Diberitakan Lecehkan Al-Qur'an, Dosen UMSB Minta Maaf


Islamoderat.com ~ Setelah diberitakan telah melakukan pelecehan terhadap kitab suci Al-Qur'an, sorang dosen Filsafat Umum yang mengajar di Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) berinisial MK menyampaikan akhirnya menyatakan penyesalan dan permintaan maafnya melalui akun jejaring sosial facebooknya. (Republika, 22/4/2014)

Berikut pengakuan dan kronologi yang sesungguhnya:
***
Assalamulaikum Wr. Wb.
Yth. Bapak/Ibu Saudara/Saudariku Masyarakat Muslim seluruh Sumatera Barat.

Saya Muhammad Kristiawan saya akan menjelaskan kronologi yang terjadi terkait dengan menginjak Mushaf Alqur'an di dalam Perkuliahan Filsafat. Demi Allah... tidak ada niat untuk menistakan Agama... Saya mengajarkan kepada mahasiswa sedikit tentang Islam yang mereka anut agar bukan karena orang tua mereka, mereka masuk Islam, tetapi dengan sebenar2nya Islam....


kemudian sampailah kepada pembahasan Alqur'an... saya sebenarnya akan mengajarkan Alqur'an harusnya sebagai Pedoman Hidup, Hukum Hidup Aturan Hidup seperti cerita di bawah ini.
Ada seorang nenek yang rajin sholat 5 waktu bahkan sholat sunah pun tidak pernah dia tinggalkan, sangat lihai dan pandai dalam membaca Al Qur’an “suatu saat dia setelah melaksanakan sholat dzuhur seperti biasa dia membaca Al Qur’an dengan hikmahnya, namun diruangan lain dua orang cucunya sedang bercanda ria berlari-larian kesana kemari namun saking senangnya anak tersebut bercanda satu sama lain tanpa sengaja menginjak Al Qur’an yang sedang dibaca nenek tersebut, alangkah kagetnya nenek bahwa Al Qur’annya telah terinjak oleh cucunya, kontan nenek tersebut sangat marah dan menjewer telinga cucunya hingga merah dan cucu tersebut nangis, sambil berucap cucu kau tu berdosa telah menginjak Al Qur’an. Allah S.W.T marah karena Al Qur’an yang kau injak sambil jewerannya tidak dilepaskannya…. Namun apa yang terjadi……setelah nenek itu menjewer dan mengakhiri bacaan Al Qur’annya dia menanggalkan mukenahnya dan pergillah dia bermain kerumah tetangganya terdekat tanpa menggunakan jilbab..setelah sampai di rumah temannya dia mengunjing, menggosip tetangganya yang lain hingga bersalaman dengan temannya yang bukan mukhrimnya ”nauizubillaminzalik…”



Saudara-saudara sekalian renungkanlah sejenak dan bacalah cerita di atas sekali lagi!!! Disana saya tarik beberapa pertanyaan


1. Siapakah yang sebenar-benarnya menginjak Al Qur’an??
2. Siapakah yang dapat marah Allah S.W.T??
3. Siapakah yang berdosa di sana??

Namun sebelum cerita itu diceritakan saya harus membantu AIPT di UMSB akhirnya saya niat melanjutkannya minggu depannya tentang cerita nenek tersebut. tapi ternyata yang terjadi di luar pikiran saya... niatnya cerita tentang si nenek di minggu depan malah para mahasiswa yang tidak ikut di perkuliahan saya berpikiran jauh dari yang masuk di kelas... saya waktu melakukan aksi tersebut saya mengucap Astagfirullah hal adzimm... dan saya pun gemetar... karena baru pertama kali saya lakukan demi mahasiswa saya agar tidak mudah menerima paham2 seperti ISIS dan lainnya... jika mereka sudah kuat logikanya beragama Islam... namun saya malah diperangi... dan bahasa yang sampai di luarpun berbeda dg yang teradi sebenarnya... 


saya sudah dihukum oleh pihak UMSB dengan discoursing sampai akhir semester tidak boleh mengajar dan sekarang saya di bawah pembinaan Dekan FKIP... 

Dengan kerendahan hati saya, saya mohon maaf atas kejadian ini dan saya berjanji tidak akan melakukan kembali di manapun dan kapanpun. Semoga Ukhuwah Islamiah kita tetap terjaga. Amien.

Billahittaufiq wal hidayah Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

****

Sebelumnya, diberitakan MK dituding melakukan pelecehan terhadap al-Qur'an dengan cara menginjaknya. Kejadian tersebut terjadi pada 8 April 2014. MK menganggap Al-Quran yang sebenarnya berada di Lauh Mahfuz. Sementara, Alquran yang beredar di masyarakat hanyalah fotocopy yang statusnya hanyalah buku biasa. Karena itu, tak apa jika diinjak-injak.

red. Ibnu Manshur