Hanya Orang Bodoh Yang Melarang Orang Lain Puasa di Bulan Rajab



Islamoderat.com ~ Dalam kitab Nuzhatul Majalis halaman 143 ada disebutkan :

وقال الشيخ عز الدين بن عبد السلام رضي الله عنه من نهى عن صوم رجب فهو جاهل والمنقول استحباب صيام الأشهر الحرم وهي رجب وذو القعدة وذو الحجة والمحرم
Syekh Izzuddin bin Abdissalaam -semoga Allah meridhoinya - berkata : "Barang siapa melarang (orang lain) dari berpuasa di bulan Rajab maka berarti dia orang BODOH, yang ternukil dari Nabi adalah anjuran berpuasa pada bulan-bulan haram, yaitu bulan RAJAB, Dzul-Qo'dah, Dzul Hijjah dan Muharrom"

Bulan Rajab adalah salah bulan Haram (suci) sebagaimana Firman Allah Ta’ala terkait dengannya:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ (سورة التوبة: 36)
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Bulan-bulan Haram adalah Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharram. Diriwayatkan oleh Bukhari, 4662 dan Muslim, 1679 dari Abu Bakrah radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا , مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ , ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ : ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ , وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Setahun itu ada dua belas bulan, diantaranya (ada) empat bulan Haram, tiga (bulan) berurutan, Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharam serta Rajab Mudhar yang terdapat di antara (bulan) Jumadi Tsani dan Sya’ban.”
Rasululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabada:

صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ
“Berpuasalah di (bulan-bulan) Haram dan tinggalkanlah.” (HR. Abu Daud )

Dalam kitab Syarah An-Nawawi ala Muslim Juz 3 Halaman 38, Imam Nawawi menulis :

(سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رجب فقال سمعت بن عَبَّاسٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ) الظَّاهِرُ أَنَّ مُرَادَ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ بِهَذَا الِاسْتِدْلَالِ أَنَّهُ لَا نَهْيَ عَنْهُ وَلَا نَدْبَ فِيهِ لِعَيْنِهِ بَلْ لَهُ حُكْمُ بَاقِي الشُّهُورِ وَلَمْ يَثْبُتْ فِي صَوْمِ رَجَبٍ نَهْيٌ وَلَا نَدْبٌ لِعَيْنِهِ وَلَكِنَّ أَصْلَ الصَّوْمِ مَنْدُوبٌ إِلَيْهِ وَفِي سُنَنِ أَبِي دَاوُدَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَدَبَ إِلَى الصَّوْمِ مِنَ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ وَرَجَبٌ أَحَدُهَا وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Aku bertanya kepada Said bin Jubair tentang puasa Rajab kemudian beliau berkata : "Aku mendengar Ibnu Abbas berkata : Adalah Rasululloh Shollallohu alaihi wasallam dulu berpuasa hingga kami berkata beliau tidak pernah berbuka, dan beliau berbuka hingga kami berkata beliau tidak berpuasa".

Dhohir hadis ini bahwa maksud Said bin Jubair beristidlal dengan hadis ini bahwa puasa bulan rajab tidaklah terlarang dan tidak sunnah 'ain tetapi hukumnya sama dengan puasa pada bulan-bulan lainnya. Tidak ada hadis tsabit yang melarang puasa Rojab, tidak pula mensunnahkan 'ain puasa Rojab, akan tetapi hukum asal puasa adalah sunnah, dalam sunan Abu Dawud sesungguhnya Rasululloh shollallohu alaihi wasallam mensunnahkan puasa di bulan-bulan haram, dan rajab adalah salah satunya."


Dalam kitab Latoiful Ma'arif Ibnu Rojab halaman 213 menuliskan :

قد كان بعض السلف يصوم الأشهر الحرم كلها منهم ابن عمر و الحسن البصري و أبو اسحاق السبيعي و قال الثوري : الأشهر الحرم أحب إلي أن أصوم فيها
"Dulu sebagian ulama salaf melakukan puasa di semua bulan haram, di antaranya: Ibnu Umar, Hasan Al-Bashri, dan Abu Ishaq As-Subai’i. Imam Ats-Tsauri mengatakan, “Bulan-bulan haram, lebih aku cintai untuk dijadikan waktu berpuasa.”


Wallohu A'lam, via catatan pribadi