ISIS Menyerbu, Ribuan Pengungsi Palestina Lari dari Yarmouk


Islamoderat.com ~   Pemerintah Suriah mengatakan hanya tinggal 6000 pengungsi Palestina yang masih berada di kamp Yarmouk di Damaskus, setelah ISIS mencoba merebut kamp itu awal bulan ini.

PBB dan pejabat Suriah sebelumnya mengatakan sekitar 18 ribu pengungsi masih berada di kamp sebelum ISIS menyerbu.

"Jumlah mereka di kamp kurang dari 6.000…dan jumlah mereka yang keluar terus bertambah,” kata Menteri Informasi Suriah, Omran Zoabi, kepada media pemerintah

Kamp Yarmouk tadinya adalah rumah bagi sekitar 160 ribu warga Palestina sebelum konflik Suriah meletus pada 2011. Mereka yang berada di sana adalah pengungsi dari perang saat berdirinya negara Israel pada 1948.

Yarmouk kembali menjadi pusat perhatian dunia ketika ISIS merebut Yarmouk dari kelompok militan dan pemberontak lain.

Para pekerjan bantuan kemanusiaan mengatakan masuknya ISIS membuat situasi yang sudah buruk makin menjadi.

Pierre Krahenbuhl, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan dalam konferensi pers pada akhir kunjungannya ke Damaskus, Selasa (14/4), bahwa pekerjaan bantuan sekarang difokuskan pada upaya untuk membantu mereka yang telah melarikan diri dari kamp.

"Kami harus beradaptasi dengan realitas yang kami temukan di lapangan… sekarang kami berfokus untuk membantu orang-orang yang keluar, yang benar-benar merupakan perhatian utama kami,” katanya.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengatakan pekan lalu bahwa para pengungsi menghadapi "pedang bermata dua—elemen bersenjata di dalam kamp, ​​dan pasukan pemerintah di luar.”

Meskipun Suriah memberi akses kemanusiaan ke kamp, badan PBB menekan pemerintah untuk memungkinkan lebih banyak bantuan lagi ke dalam, kata Krahenbuhl.

"Ada pemahaman yang baik di sisi Suriah untuk akses lebih. Kami akan menuntut akses lebih,” ujar Krahenbuhl. (stu)








 




via CNNIndonesia