Juru Kunci Makam Yesus di Golgota adalah Muslim Keturunan Salahudin Al-Ayubi


Islamoderat.com ~  Suasana bukit Golgota atau yang biasa juga dikenal dengan bukit Calvary, tempat Yesus disalibkan oleh kaum Yahudi kemudian jenasahnya dimandikan dan dimakamkan tidak jauh dari situ, selalu ramai dan padat luar biasa, sehingga bernapas pun terasa sesak.

Kunjungan saya yang bertepatan dengan perayaan Jumat Agung, makin menambah suasana pengap, namun demikian kekhidmatan lokasi itu sungguh terjaga sangat baik.

Ada beberapa laki laki tinggi besar, berewokan dengan wajah sangar dan tegas, mengatur para turis yang sedang ziarah, dan tanpa sungkan menegur dan memarahi para turis nakal yang suka keluar dari barisan antrian dan hobby menyelonong mendahului yang lain karena ingin berfoto ria.



Tour guide saya, Joram orang Yahudi kemudian menjelaskan bahwa yang menjaga bukit Golgota, dan memegang kunci makam Yesus adalah kaum Muslim turunan langsung Salahudin, seorang muslim yang sangat dihargai dan dihormati di daratan Eropa karena berhasil menaklukan Jerusalem beberapa kali, meskipun akhirnya mundur setelah mengadakan kesepakatan dengan Raja Richard I dari Inggris.

Saya lebih suka mengatakan mundur daripada kalah, karena kesepakatan dari dua orang arif nan bijaksana selalu menghasilkan kebaikan bagi orang lain, dan banyak generasi sesudahnya. Kalahkah itu kalau kemudian turunan Salahudin menjaga dan mengatur makam Yesus sedemikian baiknya, dan sampai sekarang menjadi pusat kunjungan kaum nasrani diseluruh dunia ?.

Berjiwa besar. barangkali itulah kata kata yang tepat saya tujukan dengan penuh hormat kepada  Sang pahlawan Salahudin dan keturunannya, yang memegang teguh janji dan kesepakatan dengan raja Richard I, berabad abad sesudah perang salib selesai.

Bagi Richard I dan Salahudin, kemenangan adalah tujuan damai yang mendatangkan kebaikan bagi siapa saja tanpa memandang agama, yang kenyataannya banyak sekali ditunggangi manusia dengan segala maksud dan kepentingannya, termasuk tujuan politik.

Turis Jepang dibelakang saya tak habis heran dan terus bertanya, sampai kemudian saya jelaskan, ” Bukankah memang Tuhan itu sungguh tak terselami pikiranNya?. Bisa dibayangkan kalau makam Yesus yang menjaga adalah orang kristen, yang terbagi dalam begitu banyak sekte dan golongan ?. “

Bukankah akan sangat kacau jika katakanlah yang menjaga adalah Kristen Ortodoks, bagaimana dengan pembagian jadwal misa atau ibadah golongan Kristen lainnya misalnya katolik atau Protestan ?. Bukankah akan menjadi pertikaian tanpa ujung, sehingga Yesus yang bagi umat Kristen adalah satu nama yang Mutlak, malahan menyebabkan pertikaian dalam memperjuangkan kepentingan golongan yang merasa lebih berhak memegang kunci makam ?.
\
 Foto diatas adalah Imam kristen Ortodoks yang sedang mekakukan Misa pendek, dan saya berada dalam antrian pertama yang dihentikan oleh turunan Salahudin, untuk berhenti dan menghormati ritual Kaum Ortodoks selama lebih kurang sepuluh menit, dalam perayaan Jumat Agung yang sakral.

Anda bisa melihat sendiri pengatur makam yang memang sangat mencerminkan keturunan Salahudin, berjubah hitam panjang dan berewok, meskipun dari dekat saya amati, betapa luar biasa halus kulitnya.

Richard I yang mewakili kaum Nasrani, dan Salahudin sebagai representasi Islam dalam arti yang sesunguhnya, paham betul apa arti peperangan :.… melawan kerakusan dan keserakahan yang selalu dekat dengan hati dan pikiran manusia… Itulah musuh utama yang wajib dikalahkan bagi siapa saja yang mengaku memiliki dan percaya kepada Tuhan.


Sumber Kompasiana (Ellen Maringka), Kategori Wisata