Kenapa Tidak Tahlilan dan Maulidan Disebut Wahabi ?


Islamoderat.com ~ Suatu ketika Titto, pengikut Wahhabi gerah dengan orang-orang yang menyebutnya pengikut Wahhabi. Titto tidak senang dengan sebutan Wahabi meskipun ia memang pengikut Wahabi.

Titto : "Kenapa setiap muslim yang beribadah dan beraqidah seperti Rasulullah selalu digelari Wahabi?"
Ahmad : "Tidak semua, hanya segelintir aja. Mayoritas umat Islam didunia ini bukan Wahabi. Mereka juga giat beribadah tetapi bukan Wahabi."

Titto diam, karena tahu kalau mayoritas umat Islam bukan Wahabi, tetapi Ahlussunnah wal Jama'ah Asy'ariyah dan Maturidiyah.


Titto : "Kenapa ane disebut Wahabi hanya karena ane tidak yasinan, yahlilan, maulidan, shalawatan, istighotsahan, tidak bakar menyan, tabarruk, dan lain-lain".
Ahmad : "Orang yang tidak melakuka semua itu belum tentu Wahhabi, tetapi terindikasi sebagai Wahhabi. Apalagi kalau membid'ah dan mensesatkan semuanya. Anta tidak membid'ahkan, mensesatkan dan mensyirikkan amaliyah tersebut kan?"

Titto : "Semua itu amaliyah bid'ah sesat syirik dan mengantarkan kepada neraka, kekal selama-lamanya, lebih buruk dari berzina".
Ahmad : "Kalau gitu anta memang Wahhabi"

Titto : (Diam, karena terbongkar sebagai Wahabi)
Ahmad : "Tidak Yasinan dll tidak apa-apa, tapi jangan mengganggu umat Islam yang mengamalkan amaliyah diatas, semuanya itu ada dasarnya dalam Islam. Kalau ingin tahu dasarnya, bisa kita bedah satu persatu. Yang penting mengerti dulu ilmu tentang sumber hukum Islam. Satu hal lagi, aqidah Wahhabi berbeda dengan Rasulullah, sebagian bahkan mujassimah (menjisim-kan Allah)".

Titto masih diam tetapi terlihat geram, karena merasa ditantang membedah amaliyah yang dibid'ahkan oleh dirinya, tetapi tidak kurang memiliki pengetahui tentang kaidah-kaidah hukum didalam Islam.


DIALOG IMAJINER

Link Terkait :