Menangkal Situs Radikal dengan Bongkar Kebusukan Berbungkus Agama



Islamoderat.com ~ Seminggu yang lalu, 12 dari sekian situs online yang diblokir pemerintah akhirnya dibuka kembali, tapi rupanya situs-situs tersebut tetap tidak terima bahkan menuntut pemerintah meminta maaf kepada mereka. Ketika diblokir, situs-situs online tersebut memainkan drama bahwa pemerintah telah telah mendzaliminya. Semestinya mereka bercermin, bukankah selama ini merekalah yang telah dzalim dengan berita-berita drama nada provokatif, kebencian sektarian, melabeli Indonesia Thogut, demokrasi kufur? Sebagian lagi dari situs itu ternyata digunakan kampanye partai politik yang mereka sebut itu adalah dakwah.

Seperti yang sudah-sudah, pemerintah tampak gagap dan canggung jika berhadapan dengan pemilik saham situs-situs blokir tersebut, karena mereka selalu menggunakan agama Islam sebagai benteng untuk berlindung, mereka dengan mudahnya menuding pemerintah anti-Islam semudah mereka mengklaim adalah representasi Islam. Islam yang Rahmatan Lil Alamien bagaimana bisa diwakili oleh gerombolan semacam Arrahmah situs online.

Jangan berhalusinasi situs-situs itu akan bertaubat setelah blokir dicabut, publik bisa melihat sendiri justru sekarang mereka semakin menjadi-jadi. Mereka bisa saja mengelak anti-IS, mungkin mereka mengira umat Islam sebodoh dirinya. Bibit ekstrimisme di Indonesia tidak hanya IS, ada Al Qaeda dan segala gerakan imitasinya. Bahan baku terorisme adalah radikalisme dan puritanisme, dua bahan baku disemai di situs-situs online tersebut.

Mengatasnamakan kebebasan pers juga akal-akalan belaka, berita mereka bukan produk jurnalisme namun fasisme berjubah agama.

Mengatasnamakan kebebasan berpendapat itu juga omong kosong, karena mereka selama ini tidak menyebarkan ide-ide pencerahan tetapi mendorong umat melakukan kekerasan karena berbeda keyakinan.

Kita tidak mungkin toleran kepada mereka yang intoleran, dalam diskusi menunjukkan kesalahan cara berpikir adalah inti dari debat, apalagi terhadap mereka yang anti terhadap diskusi dan gampang mengkafirkan dan menyesatkan orang.

Kita bisa menangkal dengan menunjukkan kebusukannya yang mereka bungkus dengan ajaran agama, meyakinkan bahwa situs online tersebut bukanlah wajah Islam, atau setidaknya kita menjauhinya, karena terlalu mengakrabi situs-situs semacam VoaIslam bisa berakibat fatal, bisa mengidap disfungsi akal.

MENANGKAL SITUS RADIKAL
Oleh : Iqbal Kholidi