Mengapa Salafi-Wahabi ISIS Membunuh Sesama Muslim ?


Islamoderat.com ~ Mengapa Salafi-Wahabi ISIS membunuh umat Islam?. Pertanyaan ini perlu di renungkan sekaligus dikaji sebabnya. Berikut ini merupakan kajian terhadap ktab Ibnu Taimiyyah :


*** ***
Ibn Taymiyyah adalah seorang Ulama yang lahir pada tahun 1200-an (600 tahun setelah Nabi wafat). Karya-karya ibn Taymiyyah adalah pedoman utama bagi kaum Salafi-Wahabi. Bahkan istilah "Manhaj Salaf" terinspirasi dari salah satu kitab ibn Taymiyyah yang berjudul "Minhaj as-Sunnah".

Namun karya ibn Taymiyyah yang paling digunakan kaum Salafi-Wahabi adalah Fatwa "Takfir", sebuah fatwa yang melegalkan mengkafirkan orang, tak hanya non-muslim, tapi juga mengkafirkan muslim, dan menghalalkan darahnya, yang digunakan sebagai Dasar "Jihad" ala Wahabi.


Fatwa Takfir diterbitkan oleh ibn Taymiyyah (tahun 1200-1300), belum ada pada era Nabi. Fatwa tersebut diterbitkan dalam masa DARURAT (saat itu Timur Tengah sedang menghadapi invasi bangsa Mongol). Dituangkan dalam kitabnya yang bernama "Majmu’ Al-Fatawa" sebagi berikut:

وَقَرَّرْته أَيْضًا
فِي أَصْلِ ” التَّكْفِيرِ وَالتَّفْسِيقِ ” الْمَبْنِيِّ عَلَى أَصْلِ الْوَعِيدِ. فَإِنَّ نُصُوصَ ” الْوَعِيدِ ” الَّتِي فِي الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
"Dan telah aku tetapkan juga pada prinsip TAKFIR dan TAFSIQ yang dibangun di atas dasar dalil-dalil ancaman. Berdasarkan teks-teks ancaman yang terdapat dalam Al-Qur’an." (Kitab Majmu’ Al-Fatawa, 10/372)

Dalil ancaman (ayat al-Qur'an) yang dimaksud oleh Ibnu Taimiyyah adalah firman Allah SWT :

 فَاقتُلُوا المُشرِكينَ حَيثُ وَجَدتُموهُم
“…maka Bunuhlah orang-orang Musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka” (QS. At Taubah 9:5 )

Beberapa kategori "Kafir" menurut Ibnu Taimiyyah, yakni:

مَنْ نَقَصَ الرَّسُولَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ تَكَلَّمَ بِمَا يَدُلُّ عَلَى نَقْصِ الرَّسُولِ كَفَرَ 1.
“Barang siapa merendahkan Rasulullah, atau berkata yang melecehkan beliau maka ia KAFIR" (Majmu' Al-Fatawa, 35/99)
2. "Barang siapa berdoa kepada orang-orang mati (menyembah selain Allah) maka ia KAFIR" (halal darahnya)

3. "Barang siapa yang tidak tunduk / patuh pada (aturan) Khilafah setempat maka ia KAFIR" (halal darahnya)
4. "Barang siapa tidak berbaiat (tidak setia / berkhianat) kepada Khalifah setempat maka ia KAFIR" (halal darahnya) , DAN masih banyak lagi (tidak mungkin ditulis satu per satu).

Fatwa Takfir inilah yang digunakan oleh Jihadis Wahabi dari era Osama bin Laden, al-Qaeda, Amrozi bom bali, sampai ISIS, untuk pembenaran pembunuhan keji orang tak berdosa (sipil). Sekali lagi, Takfiri BUKAN madzhab / aliran.

Takfiri adalah FATWA yang digunakan Jihadis BERALIRAN Wahabi. Osama bin Laden beraliran Salafi-Wahabi, dan menggunakan Fatwa Takfir. al-Qaeda beraliran Salafi Wahabi, menggunakan Fatwa Takfir. ISIS yang dibentuk dari AQI (al-Qaeda in Iraq asuhan Abu Musab al-Zarqawi) beraliran Salafi Wahabi menggunakan Faktwa Takfir. maka mereka disebut WAHABI-TAKFIRI.

TAKFIR SUDAH ADA JAMAN NABI ADALAH HOAX
Muhammad ibn ʿAbd al-Wahhab, Ulama pembawa aliran Salafi-Wahabi yang baru lahir tahun 1700-an (1100 tahun setelah nabi wafat) membuat Klaim bahwa TAKFIR sudah ada sejak jaman Nabi, berdasarkan kisah sahabat Nabi Abu Bakar R.A. yang ingin menindak beberapa klan Arab yang tidak mau membayar Zakat.

Abu Bakar R.A. berkata, "Demi Allah, saya akan memerangi orang yang memisahkan Shalat dan Zakat (sholat tapi tidak berzakat). Allah saksinya, saya akan memerangi siapapun jika mereka menolak untuk memberikan Zakat (retribusi kekayaan). Allah saksinya, sungguh saya akan perangi!"

ABU BAKAR TIDAK PERNAH GUNAKAN KATA "KAFIR" .  Klaim Fatwa Takfir sudah ada sejak jaman Nabi adalah Tidak Benar, karena Abu Bakar R.A. tidak pernah gunakan kata "Kafir". Satu lagi kesalahan penggunaan Fatwa Kafir adalah Ibn Taymiyyah mengeluarkan fatwa tersebut pada masa DARURAT perang, BUKAN untuk digunakan sembarangan pada masa damai seperti yang dilakukan oleh Jihadis Wahabi seperti al-Qaeda & ISIS.
*** ***

Oleh : Dafid Fuadi
Sumber/Referensi:
1. Kitab Majmu al-Fatwa al-Kubra, Ibn Taymiyyah, 36 VOLUME
2. Kitab Majmu al-Fatwa, Ibn Taymiyyah, VOL. 10, hal. 372
3. Kitab Majmu al-Fatwa, Ibn Taymiyyah, VOL. 35, hal. 99
4. Kitab al-Tawhid, Ibn Abd al-Wahhab, BAB 9, hal. 51