NU Lampung Tandai Peletakan Batu Pertama Ponpes Roudlatul Qur’an 4


Lampung Selatan, Islamoderat.com ~ Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang mempunyai peran penting dalam mengembangkan dan mencetak generasi rabbani yang berakhlakul karimah, bermoral, serta senantiasa taat pada perintah Allah. Hal tersebut disampaikan oleh KH. RM Soleh Bajuri Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Lampung pada saat sambutan Peletakan Batu Pertama Ponpes Roudlatul Qur’an 4 di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, Kamis (09/04/2015)

KH. Drs. Ali Qomarudin MM Pengasuh Ponpes Roudlatul Qur’an 4 yang juga Ketua PCNU Kota Metro mengatakan dalam sambutannya Alhamdulillah dengan niat yang ikhlas dan dukungan masyarakat serta tokoh masyarakat hari ini kita dapat melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Ponpes Roudlatul Qur’an 4 cabang Kota Metro. Saya saya berharap pendirian ponpes Roudlatul Qur’an 4 membawa  dampak yang positif bagi desa marga agung dalam membangun nuansa yang agamis. Dalam mewujudkan hal tersebut saya mengundang bapak-ibu tokoh agama dan masyarakat untuk hadir dan mendukung  proses peletakan batu Ponpes Roudlatul Qur’an 4.

Sebelum dilakukan peletakkan batu pertama, prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, prosesi peletakan batu pertama dan ditutup do’a oleh KH. Syamhudi Yusuf.

Acara yang dirangkai dengan suasana yang sederhana berjalan dengan khidmat dan dihadiri oleh Ketua PWNU Lampung, Ketua PCNU Kota Metro, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama setempat.

Ponpes Roudlatul Qur’an adalah pesantren ke 4 yang didirikan oleh KH. Drs. Ali Qomarudin MM didirikan atas keinginan tinggi kalangan masyarakat dan sesepuh agama yang menginginkan di desanya memiliki pesantren sehingga anak-anaknya dapat menjadi generasi islami yang cinta al-Qur’an. Antusias masyarakat inilah yang mendorong lahirnya ponpes yang berbasis al-Qur’an. Rencananya pondok pesantren Roudlatul Qur’an 4 dibangun di atas lahan seluas setengah hektar, tanah tersebut juga hasil dari wakaf masyarakat. Masyarakat juga berinisiatif akan membantu gotong royong bersama-sama membangun pesantren tersebut dari hasil panen pertanian. (Rudi Santoso)