Pertanyaan tentang Saudi versus Hautsi


Islamoderat.com ~ Jika memang agresi militer Arab Saudi terhadap Anshorullah al Hautsiyah (Syi'ah Hautsi) murni sebagai perang sekterian SUNNIY-SYI'IY, dan Saudi ingin menghancurkan sekte Syi'ah. Maka pertanyaannya adalah:

- Kenapa penduduk asli Arab Saudi yang bermadzhab Syi'ah yg tersebar di propinsi timur (Qathif, al ihsa dan sekitarnya) tidak dibombardir lebih dulu?

- Kenapa Dr. Muhammad Abu Ishaq yang berfaham Syi'ah bisa diangkat menjadi menteri Kerajaan Saudi?

- Kenapa Jet-jet tempur canggih Saudi tidak langsung saja diterbangkan ke Iran dan dan menghancurkan Teheran sebagai Qiblat Syi'ah Internasional, seperti halnya tentara sekutu yg meluluh-lantakkan Hiroshima dan Nagasaki? Bukankah utk membunuh seeokor ular akan lebih efektif bila memenggal kepalanya dulu, dr pada menggebuk ekornya?

Jika kaum Hauthi sebagai sparatis (bughot) krn menggulingkan pemerintahan sah Abdurrabbuh Mansur al Hadi, sebagai alasannya. Maka pertanyaannya adalah: Kenapa disaat Muammar Qadafi (Libya) didongkel, Hosni Mubarak (Mesir) dilengserkan, dan terakhir Basyar al Aasad (Syiria) digoyang oleh Free Shirian Army (FSA), Jabhah al Nushrah, Islamic State of Irak & Sham (ISIS), Serta pemberontak-pemberontak yg serupa, Saudi ‪#‎diam‬ saja?

Jika Arab Saudi menilai syi'ah Houthi sebagai "Dhoolimiin" (penjahat) dan wajib dihapuskan dr permukaan bumi. Maka pertanyaannya adalah: Bukankah zionis - Israel lebih besar kadar kejahatannya terhadap rakyat Palestina, dan telah berlangsung dlm waktu yg sangat lama?

Tapi, Jika alasan-alasan itu semua hanya sebuah ‪#‎topeng‬ politik guna menutupi niat busuk Bani Saud untuk memperluas hegemoni, merebut lahan minyak, dan atau merusak stabilitas nasional Yaman sebagai episentrum dan mercusuar Keilmuan Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah (Tarim, Hadlro_Maut & sekitarnya) di abad modern. Maka pertanyaan-pertanyaan itu akan hilang dan berganti sebuah Do'a: "Semoga Allah SWT menghancurkan dinasti Saudi bin Yahudi".


Iam Alidzahab, via facebook