Sayyid Quthb (Tokoh IM) Salah Besar tapi Tidak Kafir




Islamoderat.com ~ Sayyid Qutb merupakan salah seorang anggota utama Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir pada era 1950s dan '60s. Ia juga dikenal sebagai penulis, penyair Mesir, bahkan memiliki kitab tafsir "Tafsir fi Dzilalil Qur'an" yang cukup terkenal.

Sayangnya, ia juga termasuk salah satu tokoh berpaham radikal. Pada tahun 1966 dia dituduh terlibat dalam rencana pembunuhan presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dan dieksekusi dengan cara digantung.

Syekh Yusuf al-Qardhawi pernah menyatakan, Sayyid Quthb adalah orang yang paling bertanggung jawab atas berkembangnya aliran pemikiran radikal yang sekarang marak di kalangan sebagian umat Islam. [1]

Pemikiran takfir Sayyid Quthb menjalar dalam tubuh IM sehingga memunculkan kader-kader Ikhwanul Muslimin yang radikal. Sehingga banyak kalangan menilai IM Sayyid Quthb berbeda dengan IM Hasan Al-Banna.

Meksipun ulama banyak membantah pemikiran takfir Sayyid Quthb, tetapi Sayyid Quthb masih dianggap sebagai mulim, bukan kafir. Syaikh Ali Jumu'ah dalam laman facebooknya, (11/4/2015) mengatakan bahwa Sayyid Quthb salah besar tetapi tidak kafir.

الحق حق والباطل باطل
سيد قطب أخطأ خطأً عظيمًا ولكن لا نكفره لأنه شهد أن لا إله إلا الله وأن محمد رسول الله
 Yang Haq adalah haq, dan yang Bathil adalah bathil. Sayyid Quthub salah, salah besar, tetapi kita tidak mengkafirkannya, karena ia bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Utusan Allah. [2]

Oleh : Ibnu L' Rabassa
[1] http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/09/08/10/68283-qardhawi-quthb-bertanggung-jawab-atas-berkembangnya-islam-radikal
[2] https://www.facebook.com/DrAliGomaa/posts/10155513024305144?fref=nf