SKAK Logika Tahlil Boleh dan Tahlilan Tidak Boleh


Muslmedianews.com ~ IKUT LOGIKA TAHLIL BOLEH TAHLILAN TIDAK BOLEH

Kamis pagi bakda Subuh, pada Kultum (Kuliah Tujuh Menit) di Mushola al-Manaar, Sufi Gendeng yang ikut mendengar ceramah ustadz Dul Wahhab membikin gempar jama'ah. Pasalnya, saat ustadz Dul Wahhab menyatakan bahwa Tahlilan dan Yasinan adalah perbuatan bid'ah dengan penjelasan bahwa TAHLIL itu diperbolehkan karena maksudnya membaca ikrar Tauhid meng-Esa-kan Allah. Tapi kegiatan TAHLILAN itu tidak boleh karena tidak ada contoh dari Rasulullah Saw. Begitu juga membaca YASIN itu boleh karena itu ayat Al-Qur'an. Tapi YASINAN itu tidak boleh karena tidak ada contoh dari Rasulullah Saw. Baik TAHLILAN maupun YASINAN tidak boleh. 



Mendengar uraian ustadz Dul Wahhab, Sufi Gendeng tiba-tiba berdiri dan berseru lantang,"Berarti TAHLIL boleh TAHLIL-AN tidak boleh. Baca YASIN boleh tapi YASIN-AN tidak boleh, begitukah logikanya ustadz?"

"Ya seperti itu logikanya," sahut ustadz Dul Wahhab menegaskan,"TAHLIL boleh TAHLIL-AN tidak boleh. Baca YASIN boleh tapi YASIN-AN tidak boleh!"


"Saya setuju logika sampeyan ustadz," sergah Sufi Gendeng melepas sarung sambil berkata lantang,"SARUNG boleh SARUNG-an tidak boleh!"


Ustadz Dul Wahhab tersentak kaget. Jama'ah juga terkejut.


"Sekarang saya masih pakai KATOK (celana pendek)," kata Sufi Gendeng melepas celana dalam sambil berkata,"KATOK boleh tapi KATOK-AN tidak boleh!"



Oleh : Agus Sunyotohttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=684433641679324&set=a.115057525283608.16660.100003380826863&type=1