Antara Klaim Al-Albani dan Fakta Membaca al-Quran Di Kubur


Islamoderat.com ~ Berawal ketika Syaikh Albani mentahqiq kitab Riyadlush Shalihin karya Imam al Nawawi yang menyatakan:

قال الشافعي ويستحب أن يقرأ عنده شيء من القرآن وإن ختموا القرآن عنده كان حسنا
"Syafii berkata: Dianjurkan membaca al Quran di dekat kuburnya. Jika mereka mengkhatamkan al Quran di dekat kuburnya, maka bagus"

Syaikh Albani berkata: "Saya tidak tahu dimana Syafii mengatakan hal itu. Mengenai keabsahannya ada keraguan besar bagi saya. Karena dalam madzhab Syafii, bacaan al Quran tidak sampai kemana mayit". Begitu pula Syaikh Albani menyatakan bahwa dalam madzhab Imam Ahmad tidak ada anjuran baca al Quran di kuburan.

Tentu pendapat Syaikh ini tidak benar. Sebab:

1. Imam Syafii menganjurkan bacaan al Quran di kubur dijelaskan dalam kitab al Umm, berarti Syaikh Albani belum membacanya tapi mengklaim seperti diatas.

Imam Syafii berkata:

وأحب لو قرئ عند القبر، ودعي للميت وليس في ذلك دعاء مؤقت
"Saya (al Syafii) senang jika dibacakan al Quran di dekat kuburnya dan mayit didoakan. Tidak ada doa yang memiliki waktu tertentu dalam hal itu (maksudnya boleh kapan saja)". (Al Umm, Imam Syafii)

2. Dalam madzhab Imam Ahmad anjuran baca al Quran justru perkataan Imam Ahmad yang dikutip ulama ulama besar Hanbali, seperti Ibnu Qudamah:

فصل: قال: ولا بأس بالقراءة عند القبر، وقد روي عن أحمد أنه قال: إذا دخلتم المقابر اقرءوا آية الكرسي وثلاث مرات قل هو الله أحد، ثم قل: اللهم إن فضله لأهل المقابر.
"Fasal, tidak apa apa baca al Quran di kubur. Sungguh telah diriwayatkan dari Ahmad, beliau berkata: "Jika kalian masuk ke makam, bacalah ayat kursi dan 3 kali surat al Ikhlas. Lalu berdoalah: Ya Allah, sungguh anugerahnya untuk para ahli kubur" (Al Mughni, Ibnu Qudamah)

 Oleh : Ust. Muhammad Ma'ruf Khozin