Dakwah Itu Mengajak, Bukan Menyuruh atau Melarang


Islamoderat.com ~ "Ada seorang kernet yang merangkap calo di terminal, dia mengajak penumpang untuk naik bis. Siapa yang diajak? Tentu orang-orang yang belum naik bis, bukan orang-orang yang sudah duduk di dalam bis. Dia melakukan upaya persuasif dan simpatik saat mengajak agar orang yang diajak mau naik, tanpa memaksa, nah itulah ‘dakwah’.

Lalu setelah orang-orang sudah naik dan masuk ke dalam bis, mereka duduk di kursi masing-masing, barulah si kernet memberi perintah kepada penumpang untuk membayar, menariki karcis, inilah ‘amr bil ma’ruf’. Ketika bis hendak melaju, si kernet mengumumkan dengan nada larangan agar para penumpang tetap duduk tenang dan jangan mengeluarkan tangan di jendela bis, inilah ‘nahy 'anil munkar’.

Maka, tiga istilah tersebut harus betul-betul dipahami oleh setiap orang yang mau berdakwah. Agar tidak mencampuradukkan antara dakwah dan amr ma'ruf nahi munkar. Sehingga tidak berdakwah secara serampangan, dengan memaksa, baik itu menyuruh ataupun melarang, melainkan bisa berdakwah dengan penuh asih dan betul-betul mengajak.

(Mau'idzah KH Musthofa Bisri dalam Majlis Haul ke-76 Mbah Munawwir, 31/3/2015, Krapyak Yogyakarta, selengkapnya segera di Majalah ALMUNAWWIR VI)


[Majalah ALMUNAWWIR]
Foto Majalah Al-Munawwir Pos.