Netizen Menanggapi Ustadz TV yang Merendahkan Imam Al-Ghazali


Islamoderat.com ~ "Bagamana tanggapan twips terkait pernyataan ustadz di bawah ini: Imam al-Ghazali tdk memahami al-Qur'an dan al-Sunnah ", tanya akun @kajiannusantara melalui twitternya.

Baca: Diprogram Ini, Imam Ghazali Disebut Kurang Mendalami Al-Qur'an dan Hadits


Pertanyaan itu mendapat berbagai respon dari pengguna twitter, akun bernama Rasyid Al-Hafidz ditwitternya mengatakan bahwa Imam Al-Ghazali tidak sebanding dengan ustadz diprogram Khalifah Trans7 tersebut.

"Perjalanan intelektual Al-Ghazali tidak sebanding dengan dai karbitan itu. Ini secara otomatis 'mencela' kitab pavorit pondok pesantren", tulis akun @RSTKQ. (11/5)

Sementara akun @kajiannusantara menjelaskan mengenai kapasitas Imam Al-Ghazali dalam twitnya sebagai berikut:
al-Ghazali adalah ulama yg secara kualitas diakui oleh berbagai kalangan. Dalam hirearki ilmu hadits ia dijuluki sebagai Hujjah.

Hujjah itu sebutan bagi seseorang yg menghafal 300 ribu hadits atau lebih. Di bawah hujjah ada al-Hafidz, di bawahnya lagi ada al-Muhaddits.

Logikanya, jika al-Ghazali tdk memahami al-Sunnah, lantas penilaian ulama2 lain yg menyematkan gelar al-Hujjah kpd al-Ghazali gak fair dunk?

Ulama salaf tidak sembarangan menyematkan gelar kepada ulama2 lain. Yang menguji bukan hanya 1 atau dua ulama, ada puluhan ulama.

Sehingga sekiranya pantas dan layak diberi gelar berdasar karya2nya, mereka menyematkan gelar tersebut kpd ulama yg bersangkutan
Pengguna twitter lain mengusulkan agar membuat petisi ditujukan kepada Transcop agar program tersebut ditutup.

"bikin petisi aja buat trans corp biar cepet distop programnya", usul akun @moh-ehsan.

Pengguna lainnya meminta agar umat Islam berhat-hati setiap tayangan dan berita. "Inilah yang terjadi saat ini gaes . . . hati2 ya dlm mencerna setiap tayangan dan berita !", tulis akun @MajelisAnakMuda.

"Nak arifin ngaji dulu ya", nasehat dari @MachsuniAhmad.

red. Ibnu Manshur