Syaikh Nuruddin Marbu Al-Banjari: Hizbut Tahrir Menyimpang


Islamoderat.com ~ "Pertama, Khilafah fil Ardli (di bumi) berlangsung selama 30 tahun, kemudian setelah itu, Nabi kita katakan "Maka menjadi Muklan (Kerajaan), Riasah, atau juga sistem kekeluargaan (dari bapak, ke anak, ke cucu-cucunya) atau dengan cara seperti apa saja, tetapi yang pasti sistem Khilafah itu Nabi kita katakan hanya pada 30 tahun .

Setelah dihitung2 oleh para alim ulama, masa Khulafaur Rasyidin ternyata tidak kurang dari 30 tahun, sesuai dengan yang disebutkan Nabi kita.

Kedua, sebagaimana yang kita ketahui, yang penting intinya, yang penting pelaksanannya, yang penting perbuatannya, yang penting hakikatnya, sementara dengan simbol / dengan lambang / dengan bentuk / dengan nama, itu terserah mau dinamakan apa saja. ... Kalau seandainya sistem demokrasi, republik, kerajaan, khilafah imarah, terserah namanya apapun, yang penting dilaksanakan hukum Allah. Jadi yang penting undang-undangnya dan pelaksanaannya. Kita sekaang undag-undangnya sudah ada, yang belum itu pelaksanaannya. ..

... jadi dengan HT itu, mereka ingin mengembalikan sistem pemerintahan kepada Khilafah, tapi saya banyak bergelut dengan Hizbut Tahrir, baik di Mesir, di Indonesia, termasuk disini (Malaysia), tetapi ternyata ada pemikiran-pemikiran yang menyimpang..."

***
Demikian sekilas petikan penjelasan ulama Ahlussunnah wal Jama'ah asal Indonesia yang berasa di Malaysia Syaikh Muhammad Nuruddin Marbu Al Banjari dalam penjelasannya mengenai gerakan Hizbut Tahrir. Untuk lebih jelasnya, simak rekaman video berikut ini :


Dan video berikut:

red. Ibnu Manshur