7 Tahun Tinggalkan Yordania untuk Perdalam madzhab Syafi'i Indonesia


Brebes, Islamoderat.com ~ Kegiatan Haflah Akhirussanah dan Haul ke-27 KH M Anwar Mukhtar, Selasa (9/6) mendapat apresiasi dari Habib Musthofa Assegaf. Dia mengaku beberapa kali nyantri di Pesantren Al-Anwar untuk memperdalam ilmu agama selain di Kudus dan Pandeglang. Habib yang masih berusia muda itu mengaku sudah tujuh tahun ini meninggalkan negerinya, Yordania untuk memperdalam praktik madzhab Syafi’i di Indonesia.

"Di Yordania, mayoritas menganut Hanafiyah saya tengah ta'lim dan para ulama di Indonesia bagaimana praktik madzhab Syafi’iyah yang ternyata lebih terperinci dan detail. Saya terkesan dengan ukhuwah Islamiyah di Indonesia yang terjaga dengan baik, guyub rukun dan menjaga ketimuran. Islam seperti ini tidak ada di negara lain," ujarnya.

Hadir pula Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Habib Muhdor Assegaf (Tegal), dan Habib Husen Al-Athas menjadi tamu agung bagi keluarga Pesantren Al-Anwar Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah sebagai lokasi kegiatan.

Pengasuh Pesantren Al-Anwar, KH Miftahussurur mengatakan, kegiatan haflah akhirussanah dan haul pendiri ponpes tersebut menjadi peringatan setiap tahun. Selama dua hari, kegiatan tersebut terangkai dalam berbagai acara. Diantaranya, khatmil qur'an dan ratiban, ziarah, pembacaan manaqib Abdul Qadir Jailani, kerjabakti serta mudarasah dan muhafazhah. Kegiatan tersebut tidak saja melibatkan santri, tapi juga alumni dan jamaah majelis bersama warga sekitar.

Sementara Habib Abu Bakar Assegaf dalam taushiyahnya menerangkan, manusia modern akhir-akhir ini banyak yang mengalami kekosongan jiwa karena sunyi dari mengingat Allah (dzikir) serta meremehkan shalawat kepada Nabi. Padahal, banyak nash dalil yang menunjukan keutamaan dzikir kepada Allah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

"Insyaallah tidak akan sia-sia, kita mengagungkan Allah dengan berdzikir di majelis-majelis. Kita tidak melihatnya bahwa di tiap majelis malaikat selalu turun dan akan menjadi saksi kita kelak, semoga kita digolongkan menjadi orang yang mendapat ampunan dan syafa’at Nabi Muhammad SAW," katanya. (Wasdiun/Fathoni)

sumber nu.or.id