Puluhan Ribuan Warga NU Istighotsah Penuhi Masjid Istiqlal Jakarta


Islamoderat.com ~ Masjid Istiqlal Jakarta dipenuhi oleh puluhan ribuan warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin) yang menghadiri Istighotsah menyambut bulan suci Ramadlan dan pembukaan Munas Alim Ulama NU yang akan digelar di Gedung PBNU Jakarta, Ahad (13/6).

Dalam istighotsah tersebut, Qori' internasional KH. Muammar ZA memimpin pembacaan shalawat badar serta pembacaan ayat suci al-Qur'an. Sedangkan Rais Aam Idarah Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya memimpin acara istighotsah.

Istighotsah bertemakan "Memelihara Tradisi Rohani dan Menjaga Keutuhan Negeri" itu dihadiri pula Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang sekaligus membuka Munas Alim Ulama NU.

Presiden Joko Widodo menyampaikan kebanggaannya terhadap karakter keberislaman yang berkembang di Tanah Air. Hal itu Jokowi sampaikan menyusul kegelisahannya terhadap kekisruhan dan kegoncangan politik di negeri-negeri Muslim di Timur Tengah.

"Di Suriah, di Irak (goncang). Alhamdulillah kita Islam Nusantara. Islam yg santun, Islam yang penuh tata krama, Islam yang penuh toleransi," katanya.

Sedangkan KH. Saiq Siral Siraj dalam tausiyahnya mengatakan bahwa para ulama NU memandang Pancasila merupakan intisari dari ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah.

Diakhir acara, dalam wawancara bersama Kompas TV, KH. Said Aqil Siraj juga menjelaskan esensi Islam Nusantara sebagai Islam yang berperadaban dan menjunjung akhlak. "Islam Nusantara adalah Islam yang berbudaya, berperadaban, menjunjung akhlak", tuturnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin turut hadir dan duduk disamping Presiden Jokwi. Dihadiri pula olehRais 'Am PBNU KH. Mustofa Bisri, Katib Syuriah PBNU KH. Yahya Cholil Tsaquf,  Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketum PP GP Ansor Nusron Wahid, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, serta sejumlah kiai dan penjabat lainnya. 












red. Ibnu Manshur