Sejak Kapan 'Kiai NU' Ceramah dikawal manusia Bertopeng ala Teroris ?


Islamoderat.com ~ Habib Ahmad Zain Al Kaff merupakan salah seorang habib yang sangat dekat dengan kelompok Wahhabi, bahkan ia berpandangan bahwa Wahhabi masih tergolong Ahlussunnah wal Jama'ah.

Disisi lain, Habib Zain Al Kaff sangat anti terhadap Syi'ah. Dalam banyak seminar yang diikutinya, yang kebanyakan difasilitasi oleh kalangan Wahhabi selalu gencar mengkampanyekan anti Syi'ah, dan tidak segan-segan menyerang ulama-ulama NU yang dianggapnya dekat dengan Syi'ah.  Biasanya, Habib Zain Al-Kaff dari Al-Bayyinat tersebut selalu membawa-bawa nama PWNU dan MUI Jawa Timur dalam setiap kegiatan yang diprakarsai oleh kalangan Wahhabi.

Bila dicermati, kalangan Wahhabi sebenarnya berupaya menjadikan Habib Zain Al-Kaff sebagai "bemper" untuk menyerang Syi'ah. Dukungan Wahhabi terhadap Habib Zain tersebut hanya sebatas persoalan "menyerang Syi'ah". Sebab disisi lain, Wahhabi gencar pula menyerang amaliyah kalangan Habaib, bahkan wahhabi tidak segan mengkafirkan ibunda Sayyidina Muhammad Saw, yang merupakan datuk para Habaib.

Foto (gambar) diatas adalah foto saat Habib Zain Al-Kaff memberikan "ceramah"nya dalam sebuah acara yang dikemas dalam Tabligh Akbar Nasional dengan tema "Bersihkan Masjidmu dari Paham Sesat" di Solo (19/4/2015). Gerakan Wahhabi dengan tajuk tersebut merupakan gerakan baru setelah sebelumnya gencar dengan gerakan ANNAS (Aliansi Nasionali Anti Syi'ah) mereka. Boleh dikatakan, gerakan yang sama hanya nama yang berganti-ganti. Kedepannya, akan ada gerakan yang sama pula dengan nama yang berbeda lagi.

Pemprakarsa kegiatan tersebut adalah Komunitas Masjidku Makmur (KMM) -Wahhabi- bekerjasama dengan Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Jateng (Wahhabi), Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Surakarta (Wahhabi) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo. Pembicara  adalah Habib Achmad Zein Alkaf, Direktur Eksekutif DDII Jateng ustadz Aris Munandar Al-Fath Lc (al-Wahhabi) dan Ketua DSKS ustadz Dr Mu’innudinnillah Basri, MA (al-Wahhabi).

Berhubungan kegiatan itu dilakukan di Masjid Agung Surakarta, maka umat Islam banyak yang hadir tanpa mengetahui bahwa kegiatan itu bukan diprakarsai oleh kalangan Aswaja. Sehingga ada pemandangan yang begitu menggelikan dimana "manusia bertopeng" mengawal para pembicara, berdiri didepan.



Foto Habib Zain dipajang dalam spanduk untuk menarik minat umat Islam. Nama "Habib" dimanfaatkan oleh Wahhabi. Padahal ada 3 narasumber. Mengapa yang dua narasumber yang berpaham Wahhabi tidak dipajang?.
Bila Habib Zain Al-Kaff mengaku sebagai kiai NU, sejak kapan ada Kiai NU ceramah dikawal para "menusia bertopeng" ala teroris Wahhabi?.

Oleh : Ibnu Manshur