Waspadai Bibit Gerakan Radikalisme yanga Menyusup lewat Rohis dan LDK


Islamoderat.com ~ Kekerasan dalam sejarah manusia sudah terjadi semenjak manusia diciptakan, yaitu dalam peristiwa pembunuhan pertama antar anak adam, waktu itu kekerasan yang berakhir pembunuhan dapat disebut pula dengan kekerasan dalam agama, karena keinginan Qabil membunuh saudaranya Habil setelah kurbannya tidak diterima. Lalu kekerasan ini berlanjut dalam agama-agama dan isme-isme, menelusup dalam setiap ranah kehidupan manusia, hingga sekarang dengan berbagai macam alasan. 

Salah satu kekerasan yang menjadi sorotan saat ini adalah fenomena gerakan Islam radikal yang telah merambah ranah kampus, membuat prihatin kalangan mahasiswa Nahdliyyin di Solo. Ditengarai, gerakan tersebut menjadi benih munculnya kelompok garis keras berkedok agama dari kalangan terpelajar.

Ketua PC PMII Kota Surakarta, Ahmad Rodif mengatakan, di kota seperti Solo dan sekitarnya, keberadaan bibit radikalisme di kampus, perlu diwaspadai.

"Solo memang belakangan dikenal sebagai sarang teroris dan ladang subur bagi tumbuhnya radikalisme. Sahabat-sahabat PMII baik di UNU, UNS, UMS, maupun kampus lain harus sigap menjaring kader dan membuktikan bahwa PMII membawa corak keislaman yang santun, toleran, dan moderat," ungkap Rodif, kepada NU Online, Jumat (4/9).

Rodif juga mengingatkan bahaya radikalisme di kampus juga seringkali disusupkan lewat kegiatan kerohanian Islam (Rohis) atau lembaga dakwah kampus (LDK). Sudah menjadi rahasia umum bahwa selama ini LDK menjadi sarana empuk bagi masuknya doktrin radikalisme di kampus.

"Maka harus diwaspadai betul. Tapi hari ini PMII siap merebut masjid kampus dan LDK dari kelompok yang membahayakan keutuhan, kesatuan, dan persatuan NKRI," tambahnya.

Sedangkan di kampus-kampus yang belum ada PMII, Rodif mengajak organisai di bawah naungan NU atau sepaham dengannya, seperti IPNU-IPPNU, KMNU, MATAN, IMAN, Al Khidmah, dan lain sebagainya untuk juga ikut bekerja keras dan bahu-membahu menjaring mahasiswa NU untuk dikader.

"Ini penting demi menjaga dan mengembangkan kultur NU di kalangan kaum muda," tutupnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

via NU.or.id