Syaikh Abdul Fattah al-Yafii, Yaman :Inilah Prinsip-Prinsip Kemoderatan


Islamoderat.com ~ إن وجود الفروق الفكرية بين مذاهب المسلمين أمر واقع، وإنكاره يعد سفسطة. وليس مرادنا هو إنكار وجود تلك الفروق، أو الادعاء أنها كلها فرعية، ولا مرادنا أن يتنازل البعض عن مذهبه بغير قناعة، وليس المراد أيضا هو توحيد الأمة على رأي واحد، فهذا مستحيل لأسباب كثيرة منها ؛ اختلاف الأفهام والمدارك والميول والعقول ؛ ولأن الإرادة الإلهية اقتضت أنه (ولا يزالون مختلفين).
بل مرادنا أن نقول : إن الطريق إلى الألفة الإسلامية يمر بثلاث مراحل :
المرحلة االأولى : تصحيح التصور : بأن نتصور الآخرين –المخالفين لنا – تصورا صحيحا ؛ لأن كثيرا من المسائل المختلف فيها لم يتصورها بعضنا عن بعض التصور الصحيح.
المرحلة الثانية : تصحيح الحكم، بأن نحكم على المسائل المختلف فيها وعلى أصحابها الحكم الصحيح ؛ لأن كثيرا من المسائل المختلف فيها لم يحكم بعضنا على بعض فيها الحكم الصحيح.
المرحلة الثالثة : تصحيح المعاملة ؛ بأن نتعامل مع المخالفين لنا تعاملا صحيحا ؛ لأننا في كثير من الأحيان لا يتعامل بعضنا عن بعض التعامل الصحيح.


Adanya perbedaan pendapat serta pemikiran dalam tubuh umat Islam adalah sebuah keniscayaan, dan pengingkaran terhadapnya adalah sesuatu yang utopis. Maka yang kami maksud dengan upaya persatuan umat bukanlah sikap pengingkaran terhadap poin-poin perbedaan itu, bukan pula mengklaim bahwa seluruh perbedaan yang terjadi adalah bersifat cabang (furu’). Kita pun tak mengartikan upaya persatuan dengan arti bahwa masing masing orang harus meninggalkan madzhabnya, lalu bersatu di atas satu pendapat. Hal-hal tersebut jelas merupakan kemustahilan. Sunnatullah menghendaki bahwa perbedaan adalah fitrah disebabkan perbedaan tingkat kefahaman, nalar, kecenderungan, dan lain lain.

Akan tetapi yang kami maksud adalah, bahwa upaya menuju persatuan umat, adalah pengukuhan akan tiga fase (tahapan) penting :

Fase pertama, adalah tashih at-tashowwur. Yaitu masing-masing dari kita harus memiliki deskripsi yang benar terhadap pihak yang tak sependapat. Betapa banyak permasalahan yang diperselihkan dimana kita memiliki kesalahan persepsi terhadap pendapat lain.

Fase kedua, adalah tashihul hukmi : benar dalam menghukumi. Yaitu bagaimana kita menghukumi pendapat pendapat yang tak sejalan, dengan benar dan proporsional, berdasarkan dengan tashowwur yang benar.

Dan yang ketiga, adalah tashihul mu’amalah, yaitu bagaimana kita memperbaiki hubungan interaksi terhadap saudara kita yang memiliki pendapat yang berbeda.

(Bersama Syaikh Abdul Fattah Qudaisy al-Yafii, penulis buku “Fit Thoriq ilal Ulfah al-Islamiyyah” serta staff pengajar mata studi “Manahij Fikriyyah”, di Ma’had Darul Musthofa, Tarim, Hadhramaut).
_____________________________________
Syaikh Abdul Fattah al-Yafii adalah Ulama muda yang lahir di Kota Yafi’, Yaman Utara, tahun 1974. Beliau termasuk ulama muda produktif yang dimiliki Yaman saat ini.

Sekitar 50 karya tulis telah beliau ditelurkan, baik berupa kitab maupun makalah-makalah yang disampaikan dalam berbagai seminar. Tema-tema yang menjadi fokus kajian karyanya adalah hal-hal yang diperselisihkan diantara umat Islam, namun sering berujung pada perpecahan, disebabkan pemahaman yang kurang holistik. Baik dalam ranah fikih maupun akidah.

Itulah sebabnya, nyaris semua karyanya ditulis dengan menggunakan metode dirosah muqoronah (studi perbandingan), dengan tujuan agar setiap muslim mau meletakkan setiap permasalahan pada tempatnya, memahami argumen pihak yang tak sependapat, lalu bijak dalam menyikapinya.

Beliau juga termasuk sosok yang gigih menyuarakan kerukunan (koeksistensi) umat. Baik kerukunan antar kelompok dalam tubuh umat Islam maupun kerukunan antar umat beragama. Ada tiga karya yang telah beliau tulis untuk proyek ini :

Dalam hal kerukunan antar pengikut madzhab fikih, beliau menulis buku berjudul at-Tamadzhub :

Dirosah Ta’shiliyah lil Masail al-Muata’alliqoh bit Tamadzhub.
Dalam hal kemesraan antar madzhab akidah, karyanya yang cukup fonumental dan menjadi best seller berjudul “Fit Thariq ilal Ulfah al-Islamiyyah” (Jalan menuju Kemesraan Umat Islam).

Dan yang terakhir, adalah karya khusus yang menjelaskan konsep kemanusiaan dalam perspektif Islam serta bagaimana Islam mengatur toleransi dengan pengikut agama lain, berjudul “at-Ta’ayus al-Insani wat Tasamuh ad-Diny fil Islam (Dirosah Ta’shiliyah)”.

Sebagian dari karya beliau yang lain juga bisa anda download di link-link berikut, Nafa’anallahu wal Muslimiiin bi ‘Uluumihi, Amiiin.

مؤلفات فضيلة الشيخ عبدالفتاح قديش اليافعي حفظه الله























sumber : Fahmi Santri Ahqaf